MENGOPTIMALKAN PERAN INSTRUKTUR UNTUK PERKADERAN





Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh           


Kader adalah orang yang terpilih menjadi penggerak dan pengemban misi organisasi. Usaha dalam mewujudkan kader yang menjadi penggerak organisasi harus dilakukan dengan sebuah sistem yang mampu bekerja secara efektif dan efisien serta tidak bertentangan dengan induk organisasinya. Dalam sistem perkaderan terdapat unsur yang disebut sebagai instruktur yang bertugas sebagai pengonsep, pelaksana, dan penentu jalannya perkaderan utama. Maka peran instruktur dalam menjalankan sistem perkaderan sangat diperlukan. Peran instruktur dapat disebut sebagai jiwa dari perkaderan itu sendiri maka kurang optimalnya instruktur dalam menjalankan perannya akan berakibat fatal. Oleh sebab itu, upaya dalam mengoptimalkan peran instruktur harus dilakukan.
            Instruktur bertanggung jawab besar tehadap setiap kader dalam pola perkaderan agar membentuk pola pikir kader dan menanamkan nilai-nilai untuk mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan. Instruktur mempunyai peran dalam mengarahkan, membimbing, serta mengembangkan pola pikir kader sampai terbentuknya suatu sikap maupun kepribadian yang dianggap matang dan siap mengasah dirinya sendiri dengan landasan ideologi yang kuat dalam dirinya. Selain itu, ia juga bertanggung jawab dalam meregenerasi tenaga instruktur.
            Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengoptimalkan peran instruktur sebagai jantung dari perkaderan. Seperti apa yang telah kita ketahui bahwa jantung merupakan organ vital yang diibaratkan sebagai pusat mesin tubuh manusia yang memiliki tugas sangat penting, yakni memompa darah keseluruh tubuh. Apabila jantung berhenti memompa sedetik saja, maka nyawa akan menjadi taruhannya. Sama halnya seperti peran instruktur yang diibaraktkan sebagai jantung dari perkaderan. Oleh sebab itu, upaya-upaya dalam mengoptimalkan peran instruktur perlu menjadi perhatian khusus.
            Pertama, instruktur harus siap dalam memberikan pemahaman terhadap fondasi dasar dalam organisasi itu sendiri. Sehingga dapat menumbuhkan giroh dalam berorganisasi yang menjadikan kader lebih aktif bahkan untuk mencegah jumlah kader yang keluar dari organisasi secara tiba-tiba baik saat awal perkaderan ataupun saat ditengah-tengah masa perkaderan.
            Kedua, instruktur harus bisa memahami potensi yang dimiliki oleh setiap kader. Sehingga instruktur bisa menentukan cara yang tepat supaya kader dapat dengan mudah berkembang dan mengasah dirinya.
             Ketiga, instruktur menuntun dan menjaga setiap kader, baik kader baru maupun kader lama. Agar tidak terjadi penyimpangan ideologi yang dapat menyebabkan lenyapnya kultur dalam organisasi yang telah ada atau bahkan tergantikannya ideologi dalam organisasi itu sendiri.
            Itulah beberapa hal pokok yang perlu menjadi perhatian khusus dalam pengoptimalan peran instruktur. Oleh sebab itu, alangkah baiknya jika tidak hanya mengandalkan perkaderan formal saja sebagai alat pencetak kader tetapi juga memerlukan pendampingan ataupun diskusi-diskusi informal demi melahirkan kader-kader yang berkualitas.
            Selain berperan sebagai instrukur untuk para kader, seorang instrukur juga harus mengkondisikan dirinya sendiri sebagai seorang instrukur, dengan memberikan contoh yang baik,sehingga contoh tersebut bisa ditiru maupun diterapkan oleh para kader kadernya.
            Di IMM sendiri instrukur juga bertugas untuk memberikan pemahaman tentang apa pun yang menyangkut IMM kepada para kadernya, seperti membenarkan yang salah dan menambahkan apa yang kurang, selain itu juga memberikan pemahaman yang benar mengenai IMM maupun apa yang tidak dipahamkan seorang kader. Tapi jika ada kader yang sudah berbeda pemahaman atau pun keyakinan maupun tujuan dengan seorang instruktur maupun kader yang lain, dan sudah tidak bisa lagi diselaraskan, maka kita arahkan, ingatkan, memahamkan mereka, tetapi jika mereka masih mengotot dengan tujuan mereka yang berbeda dengan kita, maka mereka juga punya hak untuk mewujudkan tujuan mereka dengan cara mereka sendiri.
           
“sebaik baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk sesamanya”


Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh

Comments